jump to navigation

Sebuah Harapan untuk Harapan November 22, 2008

Posted by titosuharto in Renungan.
trackback

Asslamau’alaikum,

Memasuki akhir tahun ini, diriku masih merasa belum bisa berbuat apa – apa.

Sebuah mimpi yang aku tanamkan belum merekah dan semua hal yang mengharapkan juga masih menjadi bunga mimpi.

Satu bulan menuju era baru, satu bulan menuju harapan baru, harapan baru yang indah seharusnya.

Ya, hati ini harus yakin akan sebuah nilai dari suatu proses, suatu proses yang berat tapi terasa manis diujung perjalanan.

Hmmm, optimisku muncul lagi, dengan disertai banyak mimpi, akan mulai aku wujudkan impian dan harapan itu.

Bukan hanya untuk untaian kata yan tertulis ini,tapi lebih dari itu,untuk hidupku kelak yang akan kujalani.

Hmmm, aku tidak perduli lagi, yahhh,,, mungkin bagitu tepatnya, aku tidak perduli lagi dengan kata – kata orang  yang hanya bisa mencaci dan menyembunyikan tangan.

Sungguh orang – orang yang tidak mau mengerti dan menghormati.

Aku hanya mendengarkan orang – orang yang mau diajak kerja sama dengan hati dan kepala dingin, dan tentu saja itu orang – orang yang aku cintai.

Dan mulai saat kutuliskan untaian kata – kata ini, kumulai harapanku yang berada didalam sebuah harapan.

Harapanku yang berada dan menunjang harapanku yang lebih besar.

Yang dapat mengentarkan aku menuju hidup yang lebih baik,  entah dalam wujud apa  kebaikan nanti yang saya  petik, semua tergantung  garis yang sudah tertulis di tangan Ilahi.

Wasalamu’alaikum.

(Salam untuk orang yang masih memiliki niat baik untuk membangun kehidupan ini menjadi lebih baik).

Comments»

No comments yet — be the first.