Peduli dan Berbagi


Assalamu’alaikum,,,

Pertama aq mengucap syukur karena hingga saat ini masih diberi kesempatan untuk memperbaiki hidup

Tak terasa sudah melewati hari besar idul adha,,,

Dan setelah melewatinya aq ingin sedikit berbagi cerita dan perenunganku,,,

seorang teman tiba2 cerita tentang masalah pembagian daging kurban yang ada di daerahnya.

Dia berkata bahwa daging yang telah dipotong-potong itu yang sekiranya siap untuk dibagi-bagikan kepada yang berhak ternyata kurang berlangsung dengan semestinya.

Dia berkata bahwa daging hasil potong kurban lebih dari 50 persen sampai ditangan orang yang

pada saat itu membantu mengurusi penyembelihan,,, bisa dikata penitia seeh.

Panitia sih mendapat begian,,, tapi yang aq sesalkan penitia disana bebas memilih bagian mana yang

diambil dan juga bebas berapapun mereka dapat.

temenku itu berkata, “Panitia disana itu bebas mengambil, dia bebas memilih bagian mana yang mau diambil”.

Dia juga berkata, “Jadi karena bebas mengambil,banyak masayrakat sekitar yang dengan tiba – tiba menjadi penitia dadakan dengan harapan dapat bagian yang banyak”.

Huh,,, sungguh miris dengan keadaan diatas,,, apa yang dipikirkan para ta’mir masjid disana kok

sistemnya sampai diluar ideal tersebut.

Apa sudah tidak ada kamu du’afa disekitar mereka???

Atau mereka hanya mengmbil keuntungan dari situasi

yang ada,,,

Ya Allah sungguh hamba ini tak tau dan ta’ ingin menyebar berita yang salah…

Karena…

Tak seharusnya kita mengambil bagian yang bukan menjadi hak milik kita dan

Seharusnyalah kita dapat lebih peduli dihari yang indah itu.

Demikian sedikit yang dapat aq ceritakan,,,

Semoga dapat menjadi perenungan dan sarana belajar bagi yang lain,,, Amiin

Wassalamu’alaikum…

Author: titosuharto

Cuma manusia yang tak akan pernah berhenti untuk memperbaiki diri. Dan cuma bisa bersandar padaNya,,, InsyaAllah manfaat. New spirit, new soul, and new heart.

1 thought on “Peduli dan Berbagi”

  1. Kayaknya sudah biasa dimana-mana kalau panitia / takmir bisa bebas memilih daging bagian mana yang ingin dia ambil. Di tempatku juga sama. “Model operasi”-nya juga gak jauh beda. Kalau pas penyembelihan, banyak banget orang yang pingin bantuin. Tapi kalau diminta ngurus ini ngurus itu, susahnya minta ampun.

    Gak suudzon sih, karena brangkali mereka punya tetangga yang kurang mampu, dan dia memilihkan daging itu buat tetangganya. Tapi kok hampir semuanya begitu. Atau jangan-jangan tetangganya gk mampu semua. :))

    Gimana lagi to, Idul kurban yang semangat awalnya buat mengurbankan apa yang paling disayanginya untuk orang lain yang membutuhkan, malah dijadikan rebutan dalam mendapatkan “kurban” orang lain. Milih pula…

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s